DAKWAH ISLAMI – Di jantung Kota Jember, berdiri megah sebuah bangunan yang tak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga menyimpan kisah-kisah yang tertinggal oleh waktu.
Masjid Jami’ AI-Baitul Amien, dengan tujuh kubahnya yang membubung tinggi, adalah simbol kebanggaan masyarakat kota ini.
Namun, di balik keindahan dan kemegahannya, terdapat misteri yang belum sepenuhnya terungkap-sejarah pendiriannya yang samar dan kisah perjalanan panjangnya hingga menjadi seperti sekarang.
Awal yang Tak Terungkap: Sejarah yang Terpendam
Masjid ini, meskipun telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Kota Jember, menyimpan teka-teki mengenai kapan dan oleh siapa ia pertama kali didirikan.
Tidak ada catatan pasti yang menjelaskan asal-usulnya. Namun, pada tahun 1939, masjid ini mengalami renovasi besar, sebuah langkah awal menuju perubahan yang mengarah pada wajah barunya.
Renovasi demi renovasi terus dilakukan, hingga pada tahun 1973, masjid ini memperoleh bentuk yang tampak seperti sekarang-sebuah bangunan megah yang tak hanya untuk beribadah, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan panjang kota ini.
Berdiri di dekat alun-alun, tempat yang sejak lama menjadi pusat pemerintahan, masjid ini juga berdampingan dengan kantor dan pendopo Bupati.
Pemandangan ini bukan sekadar kebetulan; alun-alun yang ada saat ini adalah warisan dari kebijakan kolonial Belanda yang menetapkan pusat kekuasaan di setiap kabupaten.
Di sana, mereka menanamkan simbol kekuasaan yang tak lekang oleh waktu.