TEKNOLOGI – Indonesia tetap mengonfirmasi komitmen senilai US$20 miliar atau sekitar Rp331 triliun dari negara-negara maju untuk mendukung transisi energi bersih, meskipun Amerika Serikat (AS) menarik diri dari kesepakatan tersebut.
Komitmen ini bertujuan menggantikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan, sesuai dengan target pengurangan emisi nol bersih Indonesia.
Mundurnya AS dari Just Energy Transition Partnerships (JETP)
Sebelumnya, AS telah berjanji untuk berkontribusi miliaran dolar sebagai bagian dari rencana Just Energy Transition Partnerships (JETP), yang juga melibatkan negara seperti Vietnam dan Afrika Selatan.
Namun, setelah kebijakan pemerintah Trump yang mengurangi komitmen terhadap aksi perubahan iklim, AS memilih untuk menarik diri dari perjanjian tersebut.
Meskipun demikian, para analis memprediksi kesepakatan ini tidak akan terpengaruh, dan proses transisi energi tetap berjalan sesuai rencana.