TEKNOLOGI – Indonesia tetap mengonfirmasi komitmen senilai US$20 miliar atau sekitar Rp331 triliun dari negara-negara maju untuk mendukung transisi energi bersih, meskipun Amerika Serikat (AS) menarik diri dari kesepakatan tersebut.
Komitmen ini bertujuan menggantikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan, sesuai dengan target pengurangan emisi nol bersih Indonesia.
Sebelumnya, AS telah berjanji untuk berkontribusi miliaran dolar sebagai bagian dari rencana Just Energy Transition Partnerships (JETP), yang juga melibatkan negara seperti Vietnam dan Afrika Selatan.
Namun, setelah kebijakan pemerintah Trump yang mengurangi komitmen terhadap aksi perubahan iklim, AS memilih untuk menarik diri dari perjanjian tersebut.
Meskipun demikian, para analis memprediksi kesepakatan ini tidak akan terpengaruh, dan proses transisi energi tetap berjalan sesuai rencana.
MOJOKERTO - Musibah longsor terjadi di jalur wisata Pacet-Cangar yang menghubungkan Kabupaten Mojokerto dengan Kota…
LUMAJANG - Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi. Fenomena…
SEPAK BOLA - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto, telah resmi mengumumkan 23 pemain yang…
ARUS MUDIK -Selama periode 24-31 Maret 2025, Gerbang Tol Kraksaan-Paiton mencatatkan total 19.580 kendaraan melintas.…
BISNIS -Koordinator Transparansi Tender Indonesia (TTI), Nasruddin Bahar, mengingatkan kepada para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)…
DAKWAH ISLAMI - Di jantung Kota Jember, berdiri megah sebuah bangunan yang tak hanya menjadi…